Aqiqah Tangerang – Mendapatkan anugerah berupa kelahiran anak adalah nikmat yang luar biasa dari Allah SWT. Anak-anak adalah sarana utama yang dengannya kita memperoleh buah kehidupan ini dan pahala akhirat. Menurut Islam, ketika seorang laki-laki atau perempuan meninggal dunia, amalnya berakhir kecuali tiga hal: amal semasa hidup yang terus menerus dimanfaatkan orang, ilmu yang bermanfaat, serta anak saleh yang mendoakannya.

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) berkata, “Ketika seseorang meninggal, amal baiknya berakhir kecuali tiga: amal yang berkelanjutan, ilmu yang bermanfaat, dan keturunan yang saleh yang akan berdoa untuknya.” (HR. Muslim). Orang tua yang telah meninggal akan diberi pahala untuk setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh anaknya.

Anak-anak adalah bentuk amal yang bagus untuk mendapatkan doa yang bermanfaat saat seorang muslim telah meninggal dan dikuburkan. Status orang tua di surga juga akan dinaikkan karena anaknya memohon ampunan untuknya. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah (SAW) berkata, “Sesungguhnya, Allah SWT akan mengangkat status hamba-Nya yang saleh di surga dan mereka akan berkata: Ya Tuhan, apa ini? Allah berfirman: Ini karena anakmu memohon ampunan untukmu.” (HR. Ahmad).

Ada beberapa sunnah yang harus dilakukan oleh setiap orang tua setelah anaknya (baik laki-laki maupun perempuan) lahir ke dunia. Bersyukur kepada Allah SWT karena telah dikaruniai seorang anak, mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi yang baru lahir kemudian Iqamah di telinga kiri, melakukan tahniq (mengoleskan sepotong kecil kurma yang telah dihaluskan ke langit-langit mulut bayi), menyusuinya, memilihkan nama yang baik, melakukan Aqiqah, mencukur rambut dan melakukan sunat adalah beberapa di antaranya.

Menurut terminologi Islam, qurban yang dipersembahkan atas nama bayi yang baru lahir pada hari ketujuh kelahiran disebut Aqiqah. Aqiqah adalah bentuk ibadah dalam Islam untuk menyambut bayi yang baru lahir dan bersyukur kepada Allah (SWT) atas karunia hadirnya bayi tersebut. Salman bin Amir ad-Dabbi RA melaporkan bahwa Rasulullah (SAW) bersabda, “Aqiqah ditentukan untuk setiap anak. Maka bersyukurlah atas namanya, dan singkirkan bahaya darinya.”

Meskipun Aqiqah hukumnya tidak wajib, tidak ada dosa bagi orang yang tidak melakukannya, tetapi itu adalah Sunnah Nabi yang sangat dianjurkan yang biasa dilakukan oleh Nabi (SAW) dan para sahabatnya. Ada banyak Hadits yang merujuk pentingnya Aqiqah. Samurah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah (SAW) bersabda, “Setiap anak digadaikan untuk Aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuh, dan diberi nama di atasnya, dan kepalanya (rambut) dicukur” (HR Abu Dawud).

Aqiqah adalah Sunnah yang sangat penting sehingga Rasulullah melakukan Aqiqah sendiri untuk cucunya Hasan dan Husain RA. Abdullah Ibn Abbas RA meriwayatkan, “Rasulullah (SAW) menyembelih seekor domba jantan untuk Hasan dan Husain (pada kelahiran mereka).” (HR Abu Daud).

Hewan yang diperbolehkan disembelih untuk ibadah Qurban juga dapat diterima untuk disembelih untuk Aqiqah. Kambing, domba, domba jantan, sapi, kerbau dan unta adalah hewan aqiqah. Kambing dan domba harus berumur minimal satu tahun, sapi atau kerbau harus berumur minimal dua tahun dan unta harus berumur minimal lima tahun.

Jika bayi yang baru lahir laki-laki maka harus disembelih dua ekor kambing, dan jika yang lahir perempuan maka disembelih satu ekor kambing. Aishah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah (SAW) memerintahkan mereka (untuk menyembelih) dua ekor domba dari jenis yang sama untuk anak laki-laki dan satu domba untuk anak perempuan (HR Tirmidzi).

Jika orang tuanya tidak mampu menyembelih dua ekor kambing untuk bayi laki-laki yang baru lahir, maka boleh menyembelih satu ekor kambing pada hari ketujuh. Aqiqah sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh kelahiran bayi, jika bukan pada hari ketujuh, maka dia boleh melakukannya pada hari keempat belas atau pada hari kedua puluh satu. Buraidah RA mengatakan bahwa Nabi (SAW) bersabda: “Aqiqah harus dilakukan pada hari ketujuh atau pada hari keempat belas atau pada hari kedua puluh satu setelah kelahiran seorang anak” (HR Baihaqi).

Tidak boleh orang tua makan dari aqiqah, karena Aa’ishah RA mengatakan tentang Aqiqah: “Harus dibagi menjadi beberapa bagian, sebagian harus dimakan dan sebagian diberikan kepada yang lain” (Musannaf bin Ibi Shayba).

Karena pentingnya aqiqah tersebut dalam Islam, maka tuntunan Nabi Muhammad SAW ini sebaiknya dilaksanakan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan beliau. Oleh sebab itu Karima Aqiqah Tangerang hadir untuk membantu Anda dalam melaksanakan ibadah yang satu ini. Ada banyak sekali alasan mengapa Anda harus menggunakan jasa aqiqah dari Karima Aqiqah selain memudahkan Anda dalam melaksanakan aqiqah.

Diantaranya adalah sistem pembayaran yang aman secara COD, cara pemesanan mudah karena secara online melalui WA saja, tata cara dan pelaksanaan sesuai dengan tuntunan syariat, dan masih banyak lagi keuntungan lainnya saat Anda menggunakan Karima Aqiqah Tangerang. Jadi hubungi kami sekarang juga atau langsung ke kantor kami yang informasinya ada di halaman ini.

Previous articleBerbagai Manfaat Melakukan Aqiqah untuk Anak Bersama Jasa Kambing Aqiqah
Next articleBerbagai Tanya Jawab tentang Aqiqah dan Qurban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here