Partners

header ads

Perbedaan Antara Aqiqah Dan Qurban Dalam Islam

Apa sih perbedaan antara aqiqah dan qurban dalam Islam? jangan sampai anda keliru, bacalah artikel berikut ini.


Perbedaan Antara Aqiqah Dan Qurban Dalam Islam

perbedaan qurban dan aqiqah
Perbedaan Aqiqah Dan Qurban

Karima Aqiqah Tangerang - Aqiqah dan qurban merupakan dua ibadah yang dilaksanakan dalam ajaran umat Islam. Kedua ibadah ini merupakan ibadah sunnah muaqad yang sangat utama apabila bisa dilakukan oleh umat Islam. Selain itu, jika bisa melaksanakannya, maka umat Islam akan mendapatkan berbagai keuntungan darinya.

Aqiqah dan qurban juga memiliki kesamaan, yakni berupa adanya penyembelihan hewan. Hewan yang disembelih dalam aqiqah dan qurban pun sama-sama sebaiknya memiliki kelayakan untuk disembelih. Hewan yang akan disembelih supaya sudah cukup umur, tidak mengalami kecacatan, tidak kurus kering, tidak pincang, tidak juling, atau secara umum sehat.

Meskipun sama-sama menyembelih hewan, namun aqiqah dan qurban memiliki beberapa perbedaan. Dalam ajaran agama Islam, aqiqah dan qurban merupakan bentuk ibadan sunnah muaqad yang jelas sekali perbedaannya.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban Menurut Islam

Adapun beberapa hal yang menunjukkan perbedaan yang nyata antara aqiqah dan qurban adalah sebagai berikut:

Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Tujuan Ibadah

Ibadah aqiqah dan qurban memiliki tujuan yang berbeda. Aqiqah diniatkan atau bertujuan untuk penebusan atas lahirnya seorang bayi ke dunia serta sebagai harapan atas kebarakahan sang anak. Sedangkan qurban diniatkan dan ditujukan untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS atas anak semata wayangnya pada saat itu, yakni Nabi Ismail AS.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Pembagian Daging

Perbedaan selanjutnya antara aqiqah dan qurban adalah pada pembagian daging hasil penyembelihan. Aqiqah lebih utama dengan memberikan hasil olahan daging kepada siapa saja. Sedangkan daging hasil qurban lebih utama diberikan dengan kondisi mentah dan diberikan kepada fakir miskin.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Waktu Pelaksanaan Ibadah

Waktu pelaksanaan dua ibadah sunnah muaqad ini juga berbeda. Aqiqah dilaksanakan sekali untuk seumur hidup. Utamanya pada usia ketujuh hari atau kelipatannya, atau bebas sesuai kemampuan. Sedangkan qurban dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah setiap tahun, tepatnya pada tanggal 10, 11, 12. Qurban bisa dilaksanakan setiap tahunnya sesuai dengan keikhlashan dan kemampuan seseorang. Kemudian, di luar tanggal tersebut, maka penyembelihan hewan tidak bisa disebut dengan qurban, melainkan hanya sedekah biasa.

Baca juga : Aqiqah Jakarta

Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Jenis Hewan yang Disembelih

Hewan yang bisa disembelih untuk aqiqah dan qurban juga berbeda. Untuk aqiqah, hewan yang bisa disembelih adalah kambing atau domba saja. Sedangkan untuk qurban, hewan yang bisa disembelih adalah semua hewan berkaki empat yang halal untuk dikonsumsi, seperti sapi, unta, kerbau, kambing, rusa, dan sebagainya.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Aturan Jumlah Hewan yang Disembelih

Selain jenis hewan, aturan jumlah hewan yang bisa disembelih juga berbeda. Jika pada qurban, seseorang bisa patungan untuk membeli hewan qurban yang besar seperti halnya sapi yang bisa dibeli dan diatasnamakan 7 orang, berbeda dengan aqiqah. Pada aqiqah, jika anak yang diaqiqahi laki-laki, maka utamanya adalah dengan menyembelih kambing atau domba dua ekor. Sedangkan jika anak yang diaqiqahi wanita, maka dengan menyembelih kambing 1 ekor saja sudah sah. Selain itu, tidak bisa ada sistem patungan dan digunakan untuk mengaqiqahi orang lain.

Kunjungi situs : Aqiqah Bogor.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Upah Penyembelihan


Dalam penyembelihan hewan untuk aqiqah, maka seseorang diperkenankan untuk meminta upah penyembelihan. Bahkan umumnya pelaku aqiqah justru akan memberikan upah pada penyembelih. Tak jarang pula pelaku aqiqah menyerahkan penyembelihan hingga pengolahan aqiqah diserahkan pada penyedia jasa paket aqiqah, salah satunya adalah Karima Aqiqah. Karima Aqiqah ini merupakan penyedia jasa paket catering untuk aqiqah yang halal, amanah, dan dapat dipercaya. Adapun pada penyembelihan hewan qurban, seseorang tidak diperkenankan untuk meminta upah penyembelihan. Semua dilaksanakan dengan ikhlash tanpa meminta imbalan.

Baca artikel lainnya :
Beginilah Tatacara Aqiqah Yang Benar Menurut Islam